Entri Populer

Kamis, 31 Mei 2012

Agama hanya sebagai Wacana


Agama adalah suatu keyakinan yang dianut masing-masing manusia yang mengatur kepercayaan dan peribadatan yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Seperti yang kita ketahui, agama yang ada didunia ini sangat banyak bukan  cuma Islam, Kristen, Hindu, Budha, Yahudi saja tetapi masih banyak lagi agama yang jarang kita ketahui keberadaannya dan dianut di negara apa.
                Secara umum, Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Di Indonesia sendiri banyak dikenal bermacam-macam agama atau kepercayaan, akan tetapi agama yang diakui hanya ada lima antara lain Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Fungsi dari agama yaitu sebagai pedoman hidup bagi individu maupun kelompok agar memperoleh kehidupan yang bermanfaat baik didunia maupun di akhirat.
                Kehidupan didunia ini semata-mata hanya sementara saja. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang berpegang teguh kepada agama harus  melakukan suatu tindakan dan perbuatan yang baik kelak memperoleh suatu amal ibadah. Tapi disisi lain, beberapa orang terkadang melakukan suatu tindakan kejahatan yang berdampak buruk terhadap mereka sendiri. Misalnya saja pergaulan bebas pada kaum remaja. Secara umum, kita bisa mengetahui bagaimana pergaulan anak sekarang yang terkadang berdampak buruk terutama pada mereka sendiri.
Pergaulan bebas sangat tidak layak karena akan berakibat fatal, membuat kaum remaja terpuruk dan akan dijauhi teman-temannya.  Hal yang dilakukannya pun terkadang brutal, seperti mabuk-mabukkan, ugal-ugalan dijalan hingga berhubungan seks. Semuanya itu akan berakibat fatal dan berdampak buruk bagi psikologisnya  terutama dalam agama. Pastinya dalam beragama diajarkan bagaimana cara berperilaku sopan santun, bertata karma dan bergaul dengan sesama manusia lainnya. Seorang kaum remaja yang melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan dan tergolong dari keluarga yang beragama sangatlah mencoreng nama keluarga dan agamanya sendiri. Itu sama saja dengan mempermalukan agama sendiri dan menganggap remeh agamanya. Padahal segala perbuatan yang buruk sudah diajarkan dari masing-masing agama. Hal ini sangat disayangkan sekali karena agama yang kita ketahui  bertujuan untuk mendorong orang sehingga mereka belajar, memahami dan mengetahui hidup dalam suatu cara untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain dan tidak merugikan tetapi dari contoh pergaulan bebas tadi  agama hanya berupa wacana saja.
Tindakan yang dilakukan seorang kaum remaja ini sebenarnya sudah mencakup moral knowing dan moral filling tetapi untuk moral actionnya sangatlah buruk karena perilaku buruk yang dilakukan berdampak juga pada ajaran agamanya. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa seharusnya melakukan hal yang sepantasnya kita lakukan dan jangan melanggar aturan yang sudah dibuat dari masing-masing agama. Dan jangan sekali-kali meremehkan agama karena kehidupan kita sepenuhnya lahir dari agama yang kita anut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar